Kelainan Obsesif–Kompulsif = Obsessive–Compulsive Disorder (OCD)

Februari 9, 2009 at 8:28 am (Psikiatri / Kedokteran Jiwa) (, )

DEFINISI
Penyakit Obsesif – Kompulsif ditandai dengan adanya obsesi dan kompulsi.
Obsesi adalah gagasan, khayalan atau dorongan yang berulang, tidak diinginkan dan mengganggu, yang tampaknya konyol, aneh atau menakutkan. Kompulsi adalah desakan atau paksaan untuk melakukan sesuatu yang akan meringankan rasa tidak nyaman akibat obsesi. Penyakit ini terjadi pada 2,3% dewasa. Penyebabnya tidak diketahui.

CIRI – CIRI OCD

Sebelum seseorang dilabel mengidap OCD, mereka perlu memenuhi kriteria sebagai berikut :

• Orang itu obsesional dari aspek pemikiran, bayangan atau cara yang bertubi-tubi (rumination), contohnya dia merasa tangannya kotor walaupun hakikatnya tidak.

• Individu tersebut berada dalam keadaan resah, cemas, tertekan dan merasa tidak nyaman dengan keadaan ini.

• Sadar dan apa yang berlaku sebenarnya bukan sesuatu yang sengaja dibuat-buat tetapi datang dari luar ‘ego alien‘ pada dirinya.

• Individu tersebut tahu bahwa pemikiran atau bayangan yang hadir dalam dirinya itu adalah kacau, tidak logis dan tidak sepatutnya terjadi.

• Melawan dan menahan pemikiran yang datang dan menyebabkan dirinya menjadi resah.

GEJALA
Obsesi yang umum bisa berupa kegelisahan mengenai pencemaran, keraguan, kehilangan dan penyerangan.

Penderita merasa terdorong untuk melakukan ritual, yaitu tindakan berulang, dengan maksud tertentu dan disengaja.

Ritual dilakukan untuk mengendalikan suatu obsesi dan bisa berupa :

  • Mencuci atau membersihkan supaya terbebas dari pencemaran.
  • Memeriksa untuk menghilangkan keraguan.
  • Menimbun untuk mencegah kehilangan.
  • Menghindari orang yang mungkin menjadi obyek penyerangan.

Sebagian besar ritual bisa dilihat langsung, seperti mencuci tangan berulang-ulang atau memeriksa pintu berulang-ulang untuk memastikan bahwa pintu sudah dikunci.
Ritual lainnya merupakan kegiatan batin, misalnya menghitung atau membuat pernyataan berulang untuk menghilangkan bahaya.

Penderita bisa terobsesi oleh segala hal, dan ritual yang dilakukan tidak selalu secara logis berhubungan dengan rasa tidak nyaman yang akan berkurang jika penderita menjalankan ritual tersebut.

Penderita yang merasa khawatir tentang pencemaran, rasa tidak nyamannya akan berkurang jika dia memasukkan tangannya ke dalam saku celananya. Karena itu setiap obsesi tentang pencemaran timbul, maka dia akan berulang-ulang memasukkan tangannya ke dalam saku celananya.

Sebagian besar penderita menyadari bahwa obsesinya tidak mencerminkan resiko yang nyata. Mereka menyadari bahwa perilaku fisik dan mentalnya terlalu berlebihan bahkan cenderung aneh.

Penyakit obsesif–kompulsif berbeda dengan penyakit psikosa, karena pada psikosa penderitanya kehilangan kontak dengan kenyataan.

Penderita merasa takut dipermalukan sehingga mereka melakukan ritualnya secara sembunyi-sembunyi.

Sekitar sepertiga penderita mengalami depresi ketika penyakitnya terdiagnosis.

Faktor-Faktor Yang Meningkatkan Risiko Seseorang Mendapat OCD

a. Genetik – (Keturunan) Anggota keluarga yang mungkin mempunyai sejarah penyakit ini meningkatkan lagi risiko OCD.

b. Organik – Masalah organik seperti lesi di bagian-bagian tertentu otak juga merupakan satu faktor bagi OCD. Kelainan saraf seperti yang disebabkan oleh meningitis dan ensefalitis juga adalah salah satu penyebab OCD.

c. Kepribadian – Mereka yang mempunyai kepribadian obsesif lebih cenderung mendapat gangguan OCD. Ciri-ciri mereka yang memiliki kepribadian ini ialah seperti keterlaluan mementingkan aspek kebersihan, seseorang yang terlalu patuh pada peraturan, cerewet, sulit bekerjasama dan tidak mudah mengalah.

d. Pengalaman masa lalu – Pengalaman masa lalu / lampau juga mudah mencorakkan cara seseorang menangani masalah di antaranya dengan menunjukkan gejala OCD.

e. Konflik – Mereka yang mengalami gangguan ini biasanya menghadapi konflik jiwa yang berasal dari masalah hidup. Contohnya hubungan antara suami-isteri, di tempat kerja, keyakinan diri, keTuhanan atau apa saja yang dapat mencetuskan konflik dalam diri. Namun konflik ini tidak dapat diselesaikan dengan cara yang positif atau benar sehingga menyebabkan mereka merasa tertekan dengan konflik tersebut. Dengan arti kata lain, apapun peristiwa atau tragedi yang dapat mencetuskan tekanan akan menimbulkan gejala-gejala OCD.

DIAGNOSA
Diagnosis biasanya ditegakkan berdasarkan penuturan penderita mengenai perilakunya.

Pemeriksaan fisik dilakukan untuk menyingkirkan penyebab fisik, dan penilaian psikis dilakukan untuk menyingkirkan kelainan jiwa lainnya.

Untuk memperkuat diagnosis bisa dilakukan wawancara berdasarkan kuosioner Skala Obsesif-Kompulsif Yale-Brown.

PENGOBATAN
Terapi pemaparan merupakan sejenis terapi perilaku yang bisa membantu mengatasi penyakit ini. Penderita dihadapkan kepada situasi atau orang yang memicu timbulnya obsesi, ritual maupun rasa tidak nyaman. Rasa tidak nyaman atau kecemasan secara bertahap akan berkurang jika penderita mencegah dirinya melakukan ritual selama dihadapkan kepada rangsangan tersebut. Dengan cara ini, penderita memahami bahwa untuk menghilangkan rasa tidak nyaman tidak perlu melakukan ritual.

Obat-obatan yang efektif untuk mengatasi penyakit obsesif-kompulsif adalah klomipramin, fluoksetin dan fluvoksamin. Adakalanya penderita perlu mengkonsumsi obat-obatan ini dalam waktu yang agak lama seperti dua hingga tiga tahun bergantung kepada respon terhadap pengobatan.

Psikoterapi dilakukan agar penderita lebih memahami pertentangan batin yang mungkin melatar-belakangi terjadinya penyakit ini. Pendekatan psikoterapi ini mencakup psikoterapi kognitif dan psikoterapi tingkah laku :

a. Psikoterapi kognitif – Penderita akan dibantu mengatasi masalah ini melalui saran dan perbincangan berdasarkan pemikiran yang rasional.

b. Psikoterapi tingkah laku – Terapi ini lebih bercorak kepada pemaparan dan tindakan pencegahan yang bertahap.

Biasanya kombinasi dari psikoterapi dan obat-obatan merupakan pengobatan yang terbaik bagi penyakit obsesif-kompulsif.

Bagaimanapun, sembuh atau tidaknya seorang penderita bergantung kepada :

  • Keseriusan masalah yang dihadapi
  • Kerjasama dan kepatuhan terhadap terapi yang diberikan
  • Dukungan individu yang hampir seperti anggota keluarga atau teman.
  • Lamanya mengidap penyakit tersebut.

Penderita juga perlu dibantu mengatasi masalah yang mereka hadapi, baik masalah keuangan, perkawinan, hubungan sosial dan sebagainya.

Sumber :

  1. Kelainan Obsesif – Kompulsif. http://www.indonesiaindonesia.com/f/10613-kelainan-obsesif-kompulsif/ . Sumber : Apotik online dan media informasi obat – penyakit : m e d i c a s t o r e . c o m

  2. Obsesif Kompulsif (OCD). Malaysia Mental Health Association (MMHA). http://www.mentalhealth.org.my

About these ads

18 Komentar

  1. paksi jasmine said,

    terima kasih infonya

  2. bambie said,

    mohon bantuannya.. i need fresh air for my brain and my soul..
    sedang terpuruk diriku… huhuhu :(

  3. dheni said,

    inget… detektif monk……

  4. dokterkecil said,

    Yup.. bener banget..! (^_^)

  5. Hana said,

    Sebelumnya saya minta izin untuk copy-paste artikel ini di blog saya…

    Lalu, saya mau bertanya. Mengenai ciri-ciri yang disebutkan diatas, mengulang suatu kegiatan (atau disebutkan sebagai ritual diatas).
    Saya seorang yang mudah panik. Apa hal yang akan saya terangkan dibawah ini merupakan suatu ciri dari pengidap obsesif-kompulsif ya…

    Saya memasukkan kunci motor ke dalam tas. Lima menit berselang saya memeriksanya. Beberapa menit kemudian saya memeriksanya lagi. Begitu terus hingga saya selesai dengan kegiatan saya di suatu tempat dan akhirnya pulang dengan mengendarai motor.
    Begitu pula dengan benda-benda milik saya yang lainnya.

    Mohon bantuannya…

  6. dokterkecil said,

    Terimakasih atas komennya. Silahkan dicopy-paste artikelnya…
    Mengenai kebiasaan Hana yang dijelaskan tersebut, nampaknya memang salah satu ciri OCD. namun, untuk bisa dikatakan (didiagnosa) OCD, tentu saja harus memenuhi kriteria yang disebutkan pada artikel ini, yaitu:
    • Orang itu obsesional dari aspek pemikiran, bayangan atau cara yang bertubi-tubi (rumination), contohnya dia merasa tangannya kotor walaupun hakikatnya tidak.
    • Individu tersebut berada dalam keadaan resah, cemas, tertekan dan merasa tidak nyaman dengan keadaan ini.
    • Sadar dan apa yang berlaku sebenarnya bukan sesuatu yang sengaja dibuat-buat tetapi datang dari luar ‘ego alien‘ pada dirinya.
    • Individu tersebut tahu bahwa pemikiran atau bayangan yang hadir dalam dirinya itu adalah kacau, tidak logis dan tidak sepatutnya terjadi.
    • Melawan dan menahan pemikiran yang datang dan menyebabkan dirinya menjadi resah
    Jika memenuhi ciri-ciri tersebut, sebenarnya Hana bisa saja mengatasi sendiri kelainan OCD ini. Caranya, dengan mencari tahu kira faktor2 apa yang menjadi penyebab maupun yang meningkatkan resiko terjadinya OCD pada diri Hana? Nah.. problem2 yang menjadi penyebab dan faktor resiko itulah yang sebenarnya harus diatasi terlebih dahulu.

  7. granidhita said,

    saya mohon izin copy paste artikel ni y…
    untuk tugas klinis saya,saya ingin mempelajarinya

  8. dokterkecil said,

    Iya, silahkan saja… Mudah-mudahan bermanfaat (^_^)

  9. adrian said,

    saya seorang yg mengidap OCD. Udah lama banget, mgkin dari kecil saya udah mngidap pnyakit ini.
    Artikel diatas benar2 sesuai dengan keadaan saya.
    he he he…
    thx banged. saya minta ijin untuk mengcopy paste ya…
    Sekedar tambahan buat orang2 yg pengen tau ciri-ciri penyakit ini. (seperti yg sering saya lakukan)
    Segala macam hal yg bisa memicu kerugian/bahaya adalah awal kambuhnya penyakit OCD saya.

    1) Saya sering bangeddd bolak balik dapur untuk meriksa KOMPOR (kompor hidup/nggak) padahal saya sadar kalau dari tadi saya nggak nyalain kompor.

    2) Ketika habis parkir motor pastinya saya kunci stang lalu gembok bawah selalu.
    tapi ketika meninggalkan motor selalu ada (semacam godaan SETAN tapi bukan godaan setan) yg menyuruh saya untuk memeriksa kembali kondisi motor (udah digembok atau belum). Itu saya lakukan berulang-ulang sampai CAPEK bin PUSING.

    3) ketika mandi saya selalu nyalain keran air. selesai mandi secara sadar saya telah menutup keran air. Tapi saya selalu bolak balik nengokin keran air, malah sampai melototin itu keran sampai mata pusing..PARAH!!!

    4) YANG LEBIH PARAH, kalau saya ingin melaksanakan ibadah. seperti Sholat, berdoa sblm makan, dan sebagainya. Saya seperti nggak percaya diri kalau doa yg saya ucapkan itu SAH / di terima Allah SWT.. kadang-kadang ngucapin niat Sholat sampai berkali-kali..sampai CAPEK. saya pernah nggak jadi Sholat gara-gara berulang-ulang kali ngambil air wudlu tapi tetap merasa kurang SAH atau kurang AFDOL.

    5) Dan masih banyak hal-hal lain ANEH yg saya lakukan terpaut panyakit saya ini.
    seperti
    Ngomong berulang-ulang;
    Memeriksa jendela rumah berkali-kali;
    Mengunci pintu bolak balik berkali-kali;
    Mandi lama gara-gara selalu merasa kurang bersih;
    Bolak balik cuci tangan;
    Baca buku/koran di bagian-bagian yg menurut saya penting berulang-ulang padahal saya sudah paham dengan isi bacaan;
    Saya selalu menghindari “ciptratan-cipratan air” kotor. walaupun cuma terkena sedikit sekali cipratan di pakaian, saya bisa ganti pakaian.
    Dan lain-lain..

    ..
    Mungkin SUNGGUH TERLALU..
    tapi ya itulah dorongan JIWA saya yg sebenarnya SANGAT-SANGAT MENGGANGGU LAHIR DAN BATIN saya.

    Saya sudah BERUSAHA sekeras-kerasnya melawan Obsesi Kompulsif saya tapi NIHIL.. KALAHH….!!
    Yaa… saya cuma menunggu KEAJAIBAN datang dan HILANG sudah penyakit OCD saya. AMIN
    hehe..

  10. dokterkecil said,

    Terimakasih komennya. Silahkan di-copy artikelnya..
    Mudah-mudahan diberi kekuatan untuk menang melawan OCD.. dan semoga didukung juga oleh keluarga, teman, dan lingkungan Anda dalam proses peyembuhannya.. Amiiin. (^_^)

  11. adrian said,

    Ok.. sama-sama yaa..
    AMIN
    ^_^

  12. effendiarie said,

    Dimana saya bisa dapatkan Yale brown OCD skale test nya ya?
    Thanx!

  13. dokterkecil said,

    Silahkan.. bagi yang membutuhkan bantuan untuk berdiskusi mengenai cara mengatasi OCD dengan Sdr. Yonathan Cipto Laksono, mungkin bisa langsung saja menghubungi nomer yang tertera.
    Terimakasih atas atensinya.

  14. christine said,

    Terima kasih….
    Ternyata saya kelainan OCD toh… dan ternyata saya tidak sendiri…
    Umur saya 26 tahun dan seingat saya, kelainan tersebut sudah sejak SD…ampun…sengsara banget…pengen sembuh…tapi tidak kunjung sembuh..Masih bisa sembuh ga yah?
    Saya sadar bahwa ada yang lain dengan kebiasaan saya…dan Puji Tuhan, ternyata saya tidak g***… tapi tetap saja ‘kelainan’ yah… :p

  15. fuland said,

    Aku menderita ocd , banyak yg bilang ocd ga bisa sembuh tp tetep aku berusaha cari cara penyembuhan & menjalani program terapi. Karena menurutku tidak ada suatu penyakit yang tidak bisa sembuh kalo Tuhan berkehendak&menentukan waktunya. jadi ga usak kwatir yang sakit ocd pasti bisa sembuh jangan putus asa..berusaha& yakin Tuhan kasih kesembuhan dengan pendekatan ke agamaan& mencari pemicu utamanya ocd utk tau cara pengobatanya , melakukan pendekatan secara brainwash positif/penanaman alam bawah sadar yg hal2 positif termasuk dukungan dr lingkungan

  16. ratna said,

    Dg adanya artikel ini sungguh membuka mata saya lebar2,jarena saya bisa tahu apa itu OCD. Kemudian saya mau minta tolong alamat ato no tlp Pak yonathan Cipto Laksono itu,karena saya ingin sekali konsultasi masalah OCD ini,kayanya saya udah berat,mohon bantuan infonya Pak yonathan ,mksh…..

  17. bellezainme said,

    ijin copy paste ya, untuk di-tublr :)

  18. bellezainme said,

    Reblogged this on Bellezainme and commented:
    How to deal with OCD?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 28 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: