AWAS TB !!!
TB (Tuberkulosis) merupakan penyakit rakyat yang angka kejadiannya masih sangat tinggi di Indonesia. Meski sarana pelayanan kesehatan, terutama PUSKESMAS, gencar melakukan upaya promotif (penghimbauan), preventif (pencegahan), kuratif (pengobatan) dan rehabilitatif (pemulihan) untuk penyakit ini, namun tanpa kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai penyakit ini, maka TB masih sulit diberantas.
Saat ini saya tidak akan membahas mengenai penyebab dan faktor resiko terjadinya TB maupun faktor-faktor yang mempermudah dan mempercepat penularannya. Di sini saya akan memaparkan mengenai gejala-gejala TB yang dapat dengan mudah dikenali oleh orang awam.
Diagnosis TB dapat ditegakkan melalui:
- Adanya gejala klinis.
- Pemeriksaan fisik/jasmani.
- Pemeriksaan bakteriologi.
- Pemeriksaan radiologi.
- Pemeriksaan penunjang lainnya.
Diagnosis dengan metode no. 2-5 hanya dapat dilakukan di pusat pelayanan kesehatan. Sementara no. 1 (gejala klinis) dapat dikenali oleh masyarakat awam.
Gejala Klinis terbagi menjadi 2, yaitu Gejala Lokal dan Gejala Sistemik. Gejala Lokal dibagi lagi menjadi 2, yaitu Gejala Respiratori (gejala yang berhubungan dengan saluran pernapasan) yang timbul jika TB mengenai paru-paru, dan Gejala Ekstraparu yang muncul jika TB sudah mengenai bagian lain dari tubuh selain paru-paru.
Yang termasuk dalam Gejala Lokal adalah:
A. Gejala Respiratori (TB Paru):
- Batuk ≥ 2 minggu
- Batuk darah
- Sesak napas
- Nyeri dada
B. Gejala TB Ekstraparu:
- Limfadenitis = pembesaran kelenjar limfe yang terjadi lambat dan tidak terasa nyeri.
- Meningitis = adanya tanda-tanda rangsang meningeal.
- Pleuritis = sesak napas dan nyeri pada dada.
Sementara Gejala Sistemik meliputi:
- Demam
- Gejala sistemik lain : malaise (badan terasa lemah-lesu), berkeringat pada malam hari, anoreksia (penurunan nafsu makan), berat badan menurun.
Nah, setelah Anda mengetahui gejala TB tersebut, maka jika Anda mengetahui ada anggota keluarga, tetangga, maupun jika Anda sendiri yang mengalami gejala-gejala tersebut maka segeralah membawa diri Anda dan orang-orang terdekat Anda ke pusat pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Marilah kita ikut berperan serta dalam upaya pemberantasan TB !!!
dokterkecil – April 2009
RINGKASAN LANGKAH-LANGKAH PEMERIKSAAN PADA KASUS FRAKTUR (PATAH TULANG)
ANAMNESIS – ditanyakan mengenai:
- Riwayat trauma – langsung atau tidak langsung ?
- Waktu kejadian ?
INSPEKSI – dilihat apakah terdapat:
- Jejas
- Oedem
- Hematom
- Deformitas: angulasi, pemanjangan, pemendekan, rotasi
- Gerak abnormal
PALPASI – diraba dan ditentukan apakah terdapat:
- Nyeri tekan
- Krepitasi
- Nyeri sumbu
- Nyeri gerak aktif
- Nyeri gerak pasif
(Cat.: untuk mengetahui ada nyeri atau tidak, dapat dilihat dari reaksi maupun mimik wajah pasien saat dilakukan pemeriksaan).
MOVEMENT – diamati dan dinilai kemampuan pergerakan pasien dalam:
- ROM (Range of Movement)
- Nyeri gerak sendi aktif
- Nyeri gerak sendi pasif
PENGUKURAN:
- Lingkar
- Panjang anatomis
- Panjang klinis
KOMPLIKASI – pemeriksaan untuk menentukan apakah telah terjadi komplikasi pada:
A. VASKULER:
- Dengan INSPEKSI : diamati WARNA kulit di distal bagian yang mengalami trauma
- Dengan PALPASI : perabaan SUHU distal trauma dan PULSASI arteri distal.
B. NEUROLOGI:
- Dengan PALPASI : pemeriksaan SENSIBILITAS (sensorik) dan KEKUATAN (motorik).
PEMERIKSAAN PENUNJANG:
- X-foto regio yang dicurigai mengalami fraktur, dengan posisi AP/Lat (AnteroPosterior dan Lateral).
Sumber : Dari berbagai sumber.