Mari Melek ASI, PASI, dan MP ASI : Awali Tumbuh-Kembang Anak dengan Nutrisi yang Tepat

Maret 28, 2011 at 8:35 am (Ilmu Kesehatan Anak / Pediatric, Sekilas Info) (, , )

Untuk masa depan anak yang lebih baik, mempersiapkan dasar yang sehat dan kuat pada 3 tahun pertama kehidupannya merupakan hal yang sangat penting. Pastikan bahwa bayi anda mendapatkan zat-zat nutrisi yang tepat, perlindungan kekebalan dengan imunisasi, dan curahan kasih sayang.

Salah satu pengetahuan dan modal dasar yang sangat penting adalah pemahaman mengenai pemberian ASI (Air Susu Ibu), PASI (Pengganti ASI), dan MP ASI (Makanan Pendamping ASI).

I. ASI (Air Susu Ibu)

Air Susu Ibu (ASI) adalah yang terbaik! Menyusui adalah cara alamiah untuk memberikan kebutuhan makanan kepada bayi baru lahir. Dalam beberapa aspek, menyusui bayi adalah hal yang paling ideal baik bagi ibu maupun bayinya. ASI mudah dicerna oleh bayi. ASI mengandung antibodi yang melindungi bayi terhadap infeksi dan alergi. Bayi yang mendapatkan ASI lebih jarang menderita sakit dan sedikit mengalami gangguan gizi dibandingkan bayi yang mendapatkan makanan lain.

Pesan-pesan mengenai ASI yang perlu diketahui untuk menghindari ancaman penyakit serta untuk meningkatkan tumbuh-kembang seorang bayi:

1.      ASI merupakan satu-satunya makanan terbaik untuk bayi umur 0-6 bulan.

2.      Bayi harus diteteki sedini mungkin setelah lahir, dan sesungguhnya setiap ibu mampu meneteki bayinya.

3.      Sering meneteki diperlukan untuk produksi ASI yang cukup sesuai kebutuhan bayi.

4.      Bayi harus diberi ASI sedini mungkin setelah lahir, meneteki segera setelah lahir akan memacu produksi ASI. Selama menunggu keluarnya ASI, tidak dibutuhkan minuman atau makanan apapun untuk bayi.

ASI Eksklusif

ASI eksklusif adalah pemberian air susu ibu tanpa disertai pemberian makanan atau minuman lain sejak bayi lahir hingga bayi berusia 6 bulan.

Manfaat ASI untuk Ibu :

1.      Praktis dan ekonomis (tidak perlu repot membeli susu dan tidak perlu biaya).

2.      ASI dapat disusukan kepada bayi setiap saat tanpa membutuhkan persiapan apapun.

3.      Menyusui bayi membantu pengecilan rahim kembali ke ukuran yang normal setelah melahirkan.

4.      Menyusui bayi memperlambat datangnya haid lagi sesudah melahirkan. Dengan begitu, menyusui dapat membantu menjarangkan kehamilan (sebagai KB awal) karena dapat menekan kesuburan ibu à dengan syarat, ibu harus rajin menyusui / ASI eksklusif.

5.      Menyusui membantu mencegah timbulnya kanker payudara.

6.      Menyusui bayi mempercepat mengembalikan bentuk tubuh ibu.

7.      Menyusui bayi merupakan peristiwa dan pengalaman yang indah dan sangat didambakan oleh para ibu.

Manfaat ASI untuk Bayi :

1.      ASI adalah makanan yang terbaik bagi bayi dengan kandungan susunan zat gizi berkualitas tinggi, yang dibutuhkan bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi normal.

2.      ASI sesuai dengan daya cerna bayi, sehingga ASI mudah dicerna oleh bayi.

3.      ASI memberikan zat-zat kekebalan (imun) yang akan melindungi bayi dari berbagai jenis infeksi. Terutama banyak terdapat pada kolustrum (ASI pertama kali yang berwarna kekuningan). Oleh karena itu, ASI pertama kali yang berwarna kekuningan itu jangan dibuang.

4.      Komposisi ASI bisa berubah-ubah sesuai dengan kebutuhan bayi. Mula-mula setelah persalinan, akan dihasilkan kolostrum yaitu cairan berwarna kuning jernih yang kaya akan protein. Kemudian dalam beberapa minggu cairan akan berubah menjadi air susu biasa.

5.      ASI selalu tersedia dalam suhu yang tepat dimana dan kapan saja.

6.      Menyusui bayi adalah penting sekali untuk membangun ikatan batin antara ibu dan anak. Tidak ada cara lain yang bisa memberikan kehangatan ibu dan rasa aman kepada bayi selain waktu menghisap air susu ibu. Bahwa dengan terdengarnya detak jantung yang sudah lama ia kenali; yaitu sejak di dalam kandungan ibu ikatan batin antara ibu dan anak menjadi lebih kuat lagi.

7.      Menjalin hubungan kasih sayang antara ibu dan bayi yang sangat diperlukan untuk perkembangan mental anak selanjutnya.

Sebelum mulai menyusui bayi anda, pastikan posisi anda dan bayi dalam keadaan nyaman.

Posisi Menyusui yang Baik dan Tandanya :

1.      Seluruh tubuh bayi menghadap ibu dan merapat, kepala dan badan bayi lurus (jangan hanya kepalanya saja yg menoleh).

2.      Mulut bayi terbuka lebar, dagu bayi menyentuh payudara.

3.      Sebagian besar bagian hitam (aerola) payudara masuk ke dalam mulut bayi, lebih banyak bagian hitam payudara diatas mulut bayi dibanding yg di bawahnya.

4.      Bibir bawah bayi melengkung keluar.

5.      Pipi bayi membulat.

6.      Puting susu ibu tidak terasa sakit.

7.      Bayi menetek cukup lama dan isapannya cukup dalam.

8.      Bayi tampak relaks dan senang.

Dalam satu sampai dua hari pertama, para ibu akan khawatir, apakah ASI yang diberikan kepada bayinya cukup? Lebih-lebih lagi bila bayi tampaknya tidak ingin lepas dari payudara atau tetap rewel setelah menyusui.

Setelah bayi bangun dari tidur, biasanya bayi akan merasa lapar, oleh karena susu dicerna pada saat bayi tertidur. Lalu muncul pertanyaan, bagaimana saya mengetahui bahwa bayi saya cukup mendapatkan ASI ?

Tanda-Tanda bahwa Bayi Telah Mendapatkan ASI yang Cukup :

1.      Bayi yang tadinya menangis akan menjadi tenang.

2.      Bayi tertidur setelah minum ASI.

3.      Payudara ibu yang semula tegang menjadi lembek, yang menandakan ASI telah habis.

4.      Bayi kencing 6 x/ lebih per hari.

5.      Popok basah minimal 6 kali per hari (bila bayi menggunakan “pampers”, bandingkan dengan berat pampers yang baru; pampers baru tentunya lebih ringan).

6.      Bayi berak sampai 4x/ hari, paling tidak sebanyak ± 1 sendok makan.

7.      Warna kotoran berwarna kuning, dan warna menjadi lebih muda pada hari ke-5 setelah lahir.

8.      Ibu dapat mendengarkan pada saat bayi menelan ASI.

9.      Warna bayi merah (tidak kuning) dan kulit terasa kenyal.

10.  Berat badan (BB) bayi turun tidak lebih dari 10% dari BB lahir, dan BB bayi kembali ke BB semula saat bayi berumur 2 minggu.

11.  Bayi tumbuh sesuai kurva dalam KMS.

Bayi minum ASI tiap 2-3 jam, atau dalam 24 jam minimal mendapatkan ASI 8 kali pada 2-3 minggu pertama. Pada umumnya bayi menyusui 8 hingga 15 kali dalam sehari pada usia 3-5 hari pertama. Susui bayi sesering mungkin selama bayi masih menginginkan ASI. Jangan membuat jadwal yang ketat.

Kondisi Ibu yang Tidak Dapat Memberi ASI :

1.      Ibu meninggal.

2.      Ibu sakit keras.

3.      Atas indikasi medis.

Pada kondisi tersebut bayi dapat diberikan Pengganti Air Susu Ibu (PASI) / susu formula sesuai petunjuk petugas kesehatan. Tidak diperkenankan menggunakan susu kental manis sebagai PASI.

Beberapa Pertanyaan yang Sering Ditanyakan Mengenai Pemberian ASI :

1. Apakah ada ukuran waktu lama menyusui ?

Biasanya sekitar 20 menit. Yang penting dilakukan pada payudara kanan dan kiri secara bergantian. Misalnya, 10 menit pada payudara kanan dan 10 menit diganti payudara kiri.

2. Bagaimana bila payudara ibu bengkak ?

Biasanya pembengkakan ini disebabkan karena perlekatan atau posisi menyusui yang salah. Cara untuk mengatasinya yaitu dengan membetulkan posisi dan perlekatan mulut bayi pada bagian hitam payudara. Kita dapat memberikan kompres hangat dan pijatan sebelum menyusui, dengan harapan ASI dapat keluar dengan lancar. Serta pemberian kompres dingin di antara waktu menyusui, untuk mengurangi rasa sakit pada payudara.

3. Jika ibu terpaksa bekerja, bagaimana pengelolaannya ?

  • Di sini, si ibu harus belajar bagaimana cara mengeluarkan ASI dengan diperas atau dipompa. Selain itu, si bayi jangan minum dengan menggunakan dot. Bayi lebih baik diajarkan cara minum dengan menggunakan sendok. Hal ini dilakukan supaya bayi terhindar dari ‘bingung puting’ akibat pemakaian dot tadi. Bingung puting adalah keadaan dimana bayi malas menyusu pada ibu.
  • Sebaiknya ASI dikeluarkan/diperas/dipompa setiap 3 jam sekali untuk menghindari pembengkakkan. ASI diperas dan ditampung di wadah/botol dan sebaiknya diletakkan di dalam kulkas (bisa bertahan hingga 12 jam). Bila diletakkan di suhu ruangan bisa bertahan hingga 4 jam.
  • Untuk menghangatkan perasan ASI dari kulkas adalah dengan cara merendam botol berisi susu tadi ke dalam air hangat/suam-suam kuku, jangan langsung dipanaskan di atas api karena dapat merusak struktur/kandungan susu. Susu yang diperas tadi dapat digunakan untuk malam harinya ataupun keesokan harinya saat ibu bekerja, jadi si bayi dapat minum ASI sesuai jadwal meskipun ibu bekerja.

4. Apakah ada pantangan bagi ibu menyusui ?

Tidak ada. Justru si ibu gizinya juga harus cukup supaya produksi ASI lancar. Bila ragu mengenai keharusan ibu minum obat namun harus menyusui, hal ini dapat dikonsultasikan dengan dokter.

5. Boleh tidak memberikan makanan tambahan selain ASI ? Mungkin pisang / bubur / air teh ?

  • Seperti yang sudah dijelaskan tadi, definisi ASI ekslusif itu sendiri adalah hanya memberikan ASI saja hingga usia 6 bulan. Hal ini dikarenakan saluran cerna bayi seperti usus bayi belum mampu untuk mencerna makanan-makanan berserat. Nanti malah dapat terjadi perut kembung dan dapat terjadi sumbatan pada saluran cerna anak karena makanan tadi belum dapat tercerna dengan sempurna.
  • Sedangkan untuk air teh dan sebagainya tidak perlu diberikan karena kapasitas lambung bayi kecil. Dengan diberikannya air teh dan lainnya otomatis bayi akan cepat kenyang, dan dapat mengurangi porsi ASI yang dibutuhkan si bayi, padahal kita tahu zat gizi yang terkandung dalam ASI diperlukan untuk pertumbuhan dan proteksi bayi itu sendiri.

II. PASI (Pengganti ASI)

Pengganti ASI / susu formula dibuat dari susu sapi yang susunan nutriennya (kandungan zat gizinya) sudah diubah sehingga sesuai dengan kebutuhan bayi selama masa pertumbuhan dan perkembangannya. Terdapat bermacam-macam jenis susu formula bayi dan mintalah nasehat kepada dokter jenis yang terbaik untuk bayi anda.

Cara Memberikan Pengganti ASI / Susu Formula :

1.      Berikan PASI sesuai petunjuk tenaga kesehatan.

2.      Gunakan takaran dalam pengenceran PASI sesuai dengan label yang ada dalam kaleng susu formula.

3.      Air yang digunakan untuk pengenceran PASI adalah air yang sudah dimasak sampai mendidih (matang) atau air mineral.

4.      Peralatan yang digunakan untuk mengencerkan dan memberikan PASI sebaiknya direbus dan dibilas dengan air panas mendidih.

5.      Disamping pemberian PASI, berikan makanan pendamping ASI (MP ASI) setelah bayi berumur 6 bulan.

Akibat yang Merugikan dari Pemberian PASI :

  • Bagi ibu : Tidak ekonomis dan tidak praktis.
  • Bagi bayi :

-        Bayi tidak memperoleh zat kekebalan yang ada pada ASI, dengan demikian dapat meningkatkan resiko infeksi.

-        Ancaman kekurangan gizi, apabila diberikan tidak sesuai dengan ketentuan petunjuk penggunaan PASI.

-        Ancaman kegemukan, apabila diberikan secara berlebihan.

-        Lebih mudah terserang diare dan alergi.

-        Pertumbuhan mulut, rahang dan gigi tidak baik.

-        Mengurangi hubungan kasih sayang ibu dan anak yang dapat menghambat perkembangan mental selanjutnya.

Pada beberapa minggu pertama, bayi perlu minum setiap 2-3 jam. Kemudian setelah beberapa waktu, frekuensi minum berkurang menjadi setiap 4 jam. Apabila bayi nampak lapar di antara waktu minum, berilah sedikit air masak yang sudah didinginkan. Apabila bayi telah memalingkan muka dari botol atau menolak untuk menghisap, itu adalah tanda bahwa pemberian minuman telah cukup. Sebaiknya jangan memaksa bayi untuk minum. Bayi akan bisa mengukur sendiri seberapa banyak minuman yang diperlukan pada setiap saat minum.

Segera setelah ibu sembuh dari penyakit yang menyebabkan tidak bolehnya memberikan ASI, upayakan menyusui kembali.

Untuk pemberian PASI sementara ibu sakit, usahakan tidak menggunakan botol dan dot, tapi gunakan gelas dan sendok agar bayi tidak bingung dengan puting ibu yang biasanya dihisap (bingung puting). Pemberian susu botol dan dot bersama-sama dengan ASI dapat menyebabkan bayi berhenti menetek, dan biasanya akan memilih minum susu botol yang membutuhkan sedikit isapan.

III. MP ASI (Makanan Pendamping ASI)

Dari mulai umur 6 bulan ke atas, bayi akan membutuhkan lebih banyak protein dan zat besi. Formula lanjutan khusus untuk bayi yang lebih tua bisa mulai diperkenalkan pada saat ini, dengan memberikan makanan tambahan atau makanan pendamping ASI (MP ASI).

Tanda-Tanda Bayi Siap Menerima Makanan Padat / Semi Padat :

1.      Saat bayi didudukan mampu menyanggah kepalanya.

2.      Bayi tidak akan menjulurkan lidahnya untuk mengeluarkan makanan tersebut ketika diberi makan.

3.      Bayi mampu mengunyah.

4.      Bayi mampu mengambil makanan dengan tangannya dan memasukkan ke dalam mulut.

5.      Keinginan untuk menyusu lebih lama atau sering.

Makanan Sapihan / Pendamping ASI yang Dianjurkan :

1.      Makanan lumat/setengah padat yg dilumatkan dengan ASI pada usia 6-7 bulan.

2.      Pada usia 7-8 bulan dapat mulai dikenalkan dengan nasi tim saring.

3.      Pada usia 8-9 bulan ketika bayi sudah mulai bisa menggenggam makanannya sendiri, dapat diberikan nasi tim halus.

4.      Pada usia 9-11 bulan dapat diberikan makanan yang lebih kasar yaitu nasi tim kasar.

5.      Pada usia 1 tahun ke atas sudah dapat diperkenalkan dengan menu makanan keluarga, namun dengan porsi kecil.

Pada prinsipnya adalah pemberian makan pada anak dengan porsi kecil namun sering, tidak lupa disertai dengan pemberian ASI juga hingga anak berusia 2 tahun.

Contoh Jadwal Pemberian Makanan

Misalnya pada bayi usia 6-8 bulan, dapat diberikan :

-        ASI setiap 4 jam sekali (pada jam 6, 10, 14, 18, 21).

-        Buah (perasan jeruk/pisang kerok) 1 hari sekali pada jam 16.

-        Bubur susu diberikan jam 8

-        Nasi tim saring diberikan pada jam 12.

Isi dari Nasi Tim Saring / Tim Halus/ Tim Kasar yang Dianjurkan :

  • Pada prinsipnya mengandung karbohidrat, protein, lemak dan vitamin.
  • Lauknya dapat diberikan ati / ikan /daging ayam yang dihaluskan.
  • Sayurnya dapat diberikan bayam / kangkung / wortel.
  • Selain itu bisa diberikan mentega / minyak sayur 1 sendok teh pada makanan si anak untuk memenuhi kebutuhan lemaknya.

Tips-Tips Mengenalkan Makanan Semi Padat / Padat pada Anak

1.      Perkenalkan hanya satu jenis makanan baru, dan berikan selama 2 sampai 4 hari sebelum perkenalkan makanan yang lain.

2.      Jangan memaksa untuk tetap memberi makan.

3.      Lebih baik memberikan dengan porsi kecil namun sering.

SEKIAN. SEMOGA BERMANFAAT… (^_^)

SUMBER :

About these ads

3 Komentar

  1. Butik Online Murah said,

    informasinya komplit sekali, sangat berguna buat saya

  2. rumah cantik bunda said,

    terima kasih infonya, sangat bermanfaat. ijin untuk di share ke teman2

  3. dokterkecil said,

    Mangga..silahkan.. Terimakasih juga komennya. Semoga bermanfaat informasinya :)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 33 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: