BETTER

Februari 9, 2009 at 8:19 am (Sekilas Info) ()

Di sampul buku itu tertulis “Best of 2007”. Diterbitkan oleh Metropolitan Books, New York pada tahun 2007. Cetakan pertama terjemahan Bahasa Indonesia buku ini diterbitkan oleh PT. Serambi Ilmu Semesta pada Maret 2008. Saya sendiri baru membeli buku ini pada pertengahan bulan November 2008 dan baru selesai menelaahnya hari ini.

Better oleh Atul Gawande baru saja saya nobatkan menjadi salah satu buku terbaik yang pernah saya baca, terutama karena ketajamannya dalam menyampaikan fakta – yang telah lama ada namun selama ini tak pernah terpapar – dengan cara yang tidak menggurui, namun sebaliknya, menginspirasi dan memotivasi kita untuk menjadi lebih baik.

Berikut ini adalah beberapa kutipan favorit saya dari dalam buku ini yang dapat membuka mata kita dan mengajak kita semua untuk berhenti dan merenung sesaat :

  • Bagaimana caranya menjadi hebat dalam suatu bidang di mana kegagalan begitu gampang terjadi? …Langkah-langkahnya seringkali tak pasti. Pengetahuan yang harus dikuasai sungguh banyak tapi juga tak lengkap. Namun kami dituntut bekerja gesit dan konsisten,… (hal. 4-5)

  • Kadang-kadang, dalam dunia kedokteran, rasanya seperti ada dalam mesin raksasa dan luar biasa rumit yang bergerak hanya mengikuti iramanya sendiri. Gagasan bahwa perhatian terhadap manusia, upaya berbuat yang terbaik demi orang-orang, bisa membuat perubahan terkesan naif tak ketulungan. Tapi sebenarnya tidak. …Ketika sedang mencoba berusaha keras, kadang-kadang Anda dapati bahwa tidak hanya Anda sendiri yang mau berusaha keras. (hal. 12-3)

  • Untuk menjadi seorang dokter, Anda memerlukan banyak waktu persiapan – merendah, mencoba tidak berbuat kesalahan, menjalani hari demi hari – sehingga kadang mengagetkan apabila telah mencapai ujungnya, ketika seseorang menjabat tangan Anda dan menawarkan pekerjaan. Tapi hari itu akan datang. (hal. 146)

  • Dalam kedokteran, kami menghadapi berbagai konflik mengenai apa tindakan yang baik dan benar di segala bidang,… …Semuanya telah diatur oleh aturan profesional dan pemerintah, dan kadang-kadang segala aturan itu bisa saja keliru. Lantas, kita pun akan diminta membuat pilihan. …Yang terpenting, kita harus siap mengetahui kapan penggunaan keahlian kita dengan cakap bertentangan dengan penggunaan keahlian kita secara benar. (hal. 199-200)

  • …yang terberat dalam menjadi seorang dokter adalah mengetahui apa yang bisa dikuasai dan apa yang tidak. (hal. 201)

  • Hari ini kita punya segala kehebatan kedokteran modern. Belajar menggunakannya saja sudah berat. Tapi yang paling berat adalah mengetahui batas-batasnya. …Banyak orang berbicara perihal batas antara apa yang bisa kita lakukan dan apa yang tidak bisa kita lakukan seolah-olah batas itu adalah garis jelas yang tertera di atas tempat tidur rumah sakit. …Tanpa ada kepastian, kenyataannya adalah kita menginginkan dokter yang mau berjuang. …Bila kita tak tahu apakah pasien bisa kembali normal dan sehat pun, kita tetap mengharapkan dokter berjuang. (hal. 206-9)

  • Semua pasien berhak mendapatkan pengukuran sederhana yang menunjukkan sebaik atau seburuk apa keadaan mereka dan itu bisa mendorong kami untuk membuat perubahan. (hal. 258 )

  • …sejumlah kecil tim menunjukkan hasil buruk bagi pasiennya, sejumlah kecil memperoleh hasil baik, dan di tengah-tengah, banyak yang biasa-biasa saja. (hal. 266) …Yang memalukan bukanlah mendapatkan nilai rata-rata, tapi puas dengannya. (hal. 298 )

  • …seperti itulah kedokteran sehari-hari : tak rapi, manusiawi, tapi dipraktikkan secara hati-hati dan sungguh-sungguh – sebaik yang bisa diharapkan. (hal. 284)

  • di manapun di dunia, seorang dokter berdiri sendiri, hanya bersenjatakan pena, jari, dan akalnya, untuk menghadapi sistem yang bekerja seadanya dan pasien yang makin lama makin banyak. (hal. 314)

  • Banyak hal yang tak bisa dikendalikan para dokter bedah: membanjirnya pasien, kemiskinan, kekurangan perlengkapan. Tapi dalam hal-hal yang mereka bisa kendalikan – kemampuan mereka, misalnya – pada dokter berusaha mencapai yang terbaik. …, mereka percaya bahwa mereka bukan hanya bagian dunia yang lebih besar, tapi juga bisa memberi sumbangan kepadanya. (hal. 316)

  • Keberhasilan sejati dalam kedokteran bukanlah perkara gampang. Diperlukan tekad, perhatian terhadap rincian, dan kreativitas. …tiap keberhasilan itu dimulai dengan amat sederhana: dengan kesediaan mengenali masalah dan kegigihan untuk menuntaskannya. (hal. 318 )

  • …dalam dunia kedokteran, tak ada yang lebih mematikan semangat daripada mendengar dokter mengeluh. …Dokter adalah profesi yang berat, tapi yang membuatnya berat bukanlah menghadapi penyakit, melainkan keharusan bekerja bersama manusia lain dalam keadaan yang tidak sepenuhnya bisa dikendalikan. …taruhannya adalah nyawa orang dan kami tak punya pelatih. (hal. 326-7)

  • Tulis sesuatu. …Yang ditulis tidak harus sempurna. Yang penting, tulisan itu mencakup sedikit pengamatan atas dunia. …profesi kedokteran bisa jadi berat dan membosankan. Bisa saja rasa memiliki tujuan itu hilang. Tapi menulis memungkinkan kita melangkah mundur dan memikirkan suatu masalah. Tulisan omelan sengit pun memaksa penulisnya berpikir. (hal. 330-1)

  • …individu-individu menanggapi gagasan baru dengan tiga cara. Beberapa cepat menerimanya. Sebagian besar menerimanya setelah lama. Dan beberapa akan kukuh bersikap skeptis dan terus menolaknya. …jadilah orang yang cepat menerima gagasan baru. Carilah kesempatan berubah. …bersedialah mengakui kekurangan apa yang biasa dilakukan dan mencari pemecahannya. (hal. 331-2)

  • Meski lumayan sukses, dunia kedokteran tetap masih dihantui banyak ketidakpastian dan kegagalan. Itulah yang membuat dunia kedokteran manusiawi, kadang-kadang menyakitkan, namun juga layak dijalani. (hal. 332)

Ah…tidak lengkap rasanya memang jika Anda tidak membaca sendiri buku yang sangat luar biasa ini. Bacalah…dan tidak perlu terburu-buru menyelesaikannya. Yang lebih penting adalah meresapi makna yang berusaha disampaikan dalam lembaran demi lembaran buku ini…dan menelusuri sebuah perjalanan untuk menjadi lebih baik…to be better.

Diambil dari sebuah blog oleh: DayDreamer – 6 Februari 2009

3 Komentar

  1. a. niappa said,

    Apakah buku ini memang khusus untuk dokter?

    salam kenal.

  2. dokterkecil said,

    Penulis buku ini memang seorang Dokter, dan dalam buku ini si Penulis (Atul Gawande) memaparkan mengenai dunia kedokteran yang pernah dia alami sendiri dan ditulis melalui sudut pandangnya sebagai seorang dokter.

    Tapi menurut saya, buku ini tidak bisa dibilang khusus untuk dokter. Bagi orang yang berkecimpung di luar dunia kedokteran pun, buku ini dapat menggambarkan bagaimana seorang Dokter berjuang di dalam dunianya (dunia kedokteran) yang begitu manusiawi, di tengah ketakutan berbuat kesalahan medis, malpraktek, dsb… untuk menjadi yang terbaik dan memberikan yang terbaik pula bagi pasiennya.

    Bagi para Dokter, buku ini adalah sebuah masukan yang amat berharga. Bagi Anda yang bukan Dokter, buku ini adalah sebuah jendela untuk lebih mengenal dunia yang selama ini jarang ter-exposed

  3. dai said,

    Buku bagus mbak!!!

    Saya juga ikut menyarankan teman2 mahasiswa fk untuk membaca buku ini. Saya suka bab pertama tentang pencegahan infeksi. Cukup menginspirasi.

    Baca juga buku pertamanya Pak Atul Gawande: Komplikasi. Bagus juga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: